Tubuh Montok Anak Majikanku Yang Membuat Puas

Saya berasal dari Jawa Barat, sebut saja namaku Lucky. Pada cerita malam kali ini, saya ini menceritakan tentang pengalamanku yang terdahulu. Sehabis lulus SMA saya berupaya mengadu nasib ke Jakarta. Susah bagiku buat memperoleh pekerjaan di situ. Awal mulanya saya mau kembali ke rumahku. Tetapi sehabis sebagian hari saya mencari pekerjaan kesimpulannya saya dapat bekerja jadi seseorang pembantu rumah tangga disalah satu rumah elite. Serta majikanku seseorang pengusaha ternama.

Majikanku memiliki 3 orang anak, yang 2 lagi meneruskan kuliahnya di luar negara serta yang bungsu baru masuk kuliah tingkatan satu di salah satu universitas Jakarta. kita sebut saja Vina, Dia anak bungsu dari 3 bersaudara. Sesungguhnya saya tidak berani berpikir macam- macam sebab dia merupakan anak majikanku. Tetapi kesimpulannya hari demi hari saya mulai menaruh rasa kepadanya, sebab Vina memiliki badan yang berupa semacam model serta payudaranya yang lagi kira- kira berdimensi 34B ia suka mengenakan baju yang ketat serta seksi. Kadangkala dia mengenakan daster yang lumayan tipis serta dapat dibilang tembus pandang, sampai kulit badannya yang putih lembut hingga bra serta celana dalamnya dapat nampak meski sedikit samar. Ditambah aroma badannya yang harum.

Terkadang apabila Vina lagi duduk, kakinya sedikit agak terbuka, yang saya amati cuma pangkal pahanya saja yang putih lembut serta menggairahkan. Pada dikala itu saya lagi mengepel ruangan. Saya juga terus menjadi penasaran serta terus mencari posisi yang cocok sembari saya mengepel di kolong meja sampai saya bebas memandang pahanya hingga ke celana dalamnya. Sangat nampak jelas celana dalamnya bercorak coklat, serta tanpa kusadari penisku juga langsung ber- ereksi. Rasanya mau sekali saya meraba paha serta bercinta dengannya. Membuatku jadi kurang konsentrasi pada pekerjaanku.

Sampai sesuatu malam saya lagi duduk di lantai sembari nonton kegiatan tv di ruang tamu. Pada dikala itu juga tuan serta nyonya telah tertidur pulas. Serta Vina baru kembali kuliah yang langsung bergegas mensterilkan diri( mandi). Sehabis berakhir mandi, dia mengenakan kimono yang agak basah. Kulihat sekilas dadanya bergerak- gerak dengan leluasa serta berjalan menuju ke dapur. Hinga saya berfikiran“ apakah Vina tidak memakai bra?”. pada dikala itu juga penisku langsung ber- ereksi. Memanglah dadanya lumayan besar yang berdimensi 34B serta padat berisi.

Sehabis itu dia memanggilku serta memintaku buat menghangatkan makan malamnya. Sebab bajunya yang agak sedikit basah serta tembus pandang, nampak kedua putingnya yang menonjol di balik kimono yang dipakainya. Tetapi saya tidak sempat melaksanakan apa- apa hanya acapkali saya melirik ke arah belahan payudaranya. Tetapi Vina nampak acuh, seolah- olah dia tidak merasa dipandangi olehku. kemudian sehabis saya memanaskan makan malamnya saya langsung kembali ke kamar buat istirahat.

baca pula: Mama temanku yang sangat seksi serta nakal

Keesokan harinya, pagi hari yang terang majikan serta istri majikankku telah berangkat kerja pagi- pagi sekali, kesimpulannya saya mengawali pekerjaan dengan mensterilkan seluruh ruangan majikan sampai saya masuk ke ruangan Vina, kasurnya yang berhamburan serta baju kotor dimana- mana saya atur dengan penuh semangat kerja.

Tetapi kayaknya terdapat orang di kamar mandi sebab saya mendengar suara aneh dari dalam kamar mandi, saya merasa Vina telah berangkat kuliah tadi, kesimpulannya saya coba memandang ke dalam kamar mandi itu, saya kaget memandang Vina lagi masturbasi kemudian saya menutup pintunya kembali sembari mengucapkan maaf, tetapi Vina malah teriak memanggilku serta menyuruhku masuk. Kesimpulannya saya juga masuk ke dalam kamar mandi itu.

Kemudian Vina menyuruhku membebaskan seluruh pakaianku, tetapi saya menolaknya. Tetapi Vina malah menarikku serta membebaskan seluruh pakaianku, sehabis pakaianku terlepas Vina mengajakku ke luar dari kamar mandi serta mengarah tempat tidurnya. Kemudian saya didorongnya sampai tiduran terlentang setelah itu Vina menciumi bibirku serta sehabis itu dengan gesitnya Vina langsung memegang& memasukan penisku kedalam mulutnya serta dijilat penuh gairah, kesimpulannya saya juga mulai merasa terangsang serta menarik tubuhnya Vina sampai kami berposisi silih menjilati perlengkapan vital kami( 69). Setelah itu Vina juga menduduki perutku kemudian memegang penisku yang ber- ereksi serta memasukan penisku ke dalam vaginanya secara lambat- laun, aaaaaaccchhhh!!! aaaacccchhh!!! rintihan serta desahan Vina mulai terdengar di telingaku.

Ayunan serta goyangan Vina membuatku terus menjadi bergairah setelah itu tanganku mulai meremas- remas payudaranya, desahannya juga terus menjadi terdengar di telingaku, sehabis sebagian menit lalu tanpa ku sadari Vina juga menggapai orgasme sembari mencengkram erat di dadaku, kemudian saya mengganti posisi jadi posisi g- spot jiggy( nungging), setelah itu saya memegang penisku serta memasukkannya ke dalam vaginanya Vina secara lama- lama serta, aaaccchhhhh!!! aaaacccchhhh!!! suara rintihan serta desahan itu terdengar kembali sampai membuat penetrasi terus menjadi kilat, dari tanganku yang memegang pinggulnya berpindah memegang payudaranya serta meremas- remasnya. Bermacam berbagai style telah kami jalani sampai Vina keletihan, serta kesimpulannya saya juga mulai menggapai orgasme, saya langsung menarik penisku serta mengarahkannya ke payudaranya kemudian aacccchhh!!! kesimpulannya saya ber- orgasme, serta saya mengakhirinya dengan mencium keningnya Vina.

Sehabis itu Vina kembali mensterilkan diri( mandi), sehabis berakhir mandi Vina bergegas menggunakan baju serta berangkat ke kampusnya. Saya juga kembali merapikan ruangannya serta menyapu ruangan tengah dengan wajah gembira serta badan yang fresh.

Manikmati Tubuh Dua Wanita Yang Hot

Manikmati Tubuh Dua Wanita Yang Hot

Sebut saja namanya Debbie usia 35 tahun serta Lucy 33 tahun. Semacam yang sudah- sudah, saya memahami wujud Debbie dari seringnya saya online bagaikan chatter.

Saya dapat memperhitungkan, Debbie merupakan wujud yang hot dalam bercinta. Dengan identitas 170/ 65, berdada sintal, berpinggul sexy serta nampak sekali ia merupakan seseorang perempuan yang suka sekali senam sehingga tubuhnya terasa padat berisi. Itu seluruh saya tahu sehabis ia kirim saya gambar serta saya ketahui jika ia pemeluk sex leluasa pula dengan para karyawan- karyawan yang terdapat di surabaya, itupun saya tahu sehabis Debbie banyak cerita tentang kehiduapn sexnya.

Pendek cerita, kita janjian buat ketemuan, dengan catatan ia wajib membawa sahabat sebab bagi ia, tidak sempat terdapat kegiatan copy darat sendirian. Serta gilanya lagi ia telah booking hotel, dikala kegiatan ketemuan nanti. Itu sebab biar ia tidak ketahuan suaminya, ia seleksi Hotel. Sebab bagi Debbie, Hotel merupakan tempat yang sangat nyaman.

Cocok dengan hari yang telah dibicarakan bersama, kesimpulannya saya bergegas meluncur mengarah hotel yang ia booking. Sehabis di depan hotel, saya berupaya menelpon ia buat menanyakan di kamar no berapa.

“Hallo Dandy, kalian terdapat dimana” tanya Debbie.

saya telah di depan lobby, Mbak Debbie di kamar nomor. Berapa? saya berupaya mencari ketahui.

“Naik aja lift ke lantai 3, terus cari no 326,” suara Debbie dengan jelas.

“Ok Mbak, saya lekas naik,” jawabku.

“Ok saya tunggu,” suara Debbie dengan riang.

Sehabis saya tutup celluler ku, bergegas saya mengarah kamar yang diucap oleh Debbie.

“Tok- tok- tok” saya mengetuk pintu yag betuliskan no 326.

Sehabis pintu terbuka, saya sedikit terpana dengan badan Debbie yang besar semampai.

” Dandy mengapa bengong, masuk dong,” sembari mencapai lenganku.

Sesampai di dalam kamar, nyatanya benar Debbie bersama dengan temannya, cocok dengan janji ia.

“Dandy” saya ulurkan tanganku.

“Dandy, ini temenku Lucy” Debbie mengenalkan temannya serta sambari begitu, sang Lucy bangkit dari duduknya langsung menyalami saya.

Kondisi selanjutnya memanglah sedikit kaku sebab saya pula kikuk, mengingat dalam kamar itu terdapat kami bertiga. Seandainya cuman berdua dengan Debbie saya lebih berani.

“Dandy, kalian tidak semacam di gambar deh, kayaknya kalian lebih berisi” Debbie membuka omongannya.

“Jangan- jangan yang difoto bukan kalian tuduh Debbie.

“Tidak kok Mbak, itu memanglah gambar Dandy,” saya coba membela diri.

“Dy, kata Debbie kalian jago banget ya.. Ngesexnya?” tanya Lucy.

Persoalan itu bagaikan menghantam dadaku. Deg! jantungku terasa menyudahi sekian detik.

“Mmm anu biasa kok Mbak,” jawabku gugup.

tidak apa- apa kok Serta, santai aja Lucy sama kok semacam Debbie” hibur Debby.

Pembicaraan terus menjadi menjurus ke arah yang berbau sex, kedua perempuan sebaya ini saya tafsir ialah wanita- wanita yang doyan banget ngesex.

Saya pernah memutar otak dengan kondisi ini serta bertanya dalam hati, suami mereka itu gimana kok‘menelantarkan’ istri- istri sexy begini. Terlebih Lucy, kayaknya membiarkan mataku memandang bongkahan paha lembut di balik rok mininya. Sesekali ia merubah posisi duduknya tanpa wajib riskan dengan saya yang duduk di depannya. Dikala saya melamun tentang khayalan saya, seketika Debbie telah terletak di pangkuan saya, jantungku berdetak terus menjadi kencang.

“Dy, buktikan omongan kalian di chat sepanjang ini,” pinta Debbie sembari melekatkan dadanya ke muka wajahku. Aroma parfumnya yang begitu membangkitkan gairahku mengusik adik kecilku yang menghentak- hentak bilik CD- ku.

“Mbak” belum pernah saya selesaikan jawaban itu, bibir Debbie yang tipis lekas melumat bibirku. Saya sedikit gugup menerima serangang yang tiba- tiba ini. Namun saya berupaya mengendalikan kondisi saya. Dikala bibir Debbie lagi asik menikmati bbibirku, tanganku yang bandel mulai mengelus punggung perempuan paruh baya tersebut.

Dengan keahlian gigiku, saya melepas kancing blus belahan rendah yang terdapat pada dada Debbie. Hingga kesimpulannya 4 kancing atas blus Debbie terbuka, serta mulailah saya dapat mengusasi kondisi. Dengan belaian yang halus serta penuh perasaan, jari- jemariku mulai membuka pengait kancing BH Debbie.

Dengan sedikit sentuhan,‘tess’ BH Debbie yang bercorak gelap terbuka. Serta muncullah 2 bukit yang masih kencang didepan mukaku lengkap dengan sejoli puntingnya yang memerah. Saya dapat membaca apa yang lagi terjalin pada diri Debbie, dengan jilatan maut lidahku buatnya merintih,“Ughh, geli sayang”

Jilatan lidahku yang mendarat di puting Debbie, membuat perempuan itu menggeliat tidak beraturan. Sebab Debbie masih memakai pakaian kantor( baca: rok mini). Tanganku terus menjadi berani buat mengelus pahanya yang putih lembut.

Sesekali badannya yang sintal bergoyang dipangkuan saya serta dekat 15 menit saya di posisi itu, seluruh inderaku bekerja cocok guna tiap- tiap.

Dikala saya lagi melaksanakan foreplay, Lucy masih duduk di tempatnya semula. Hendak namun saat ini kedua kakinya yang jenjang dibuka lebar sebaliknya tangannya meremas buah dadanya sendiri

milimeter..” sesekali Lucy merintih, mendesah memandang adegan Debbie dengan saya.

Sehabis 25 menit, saya berupaya menyandarkan badan Debbie ke bilik kamar. Posisi ini sangat menguntungkan saya buat mulai menikmati tiap centimeter badan Debbie. Saya lumat bibir Debbie, setelah itu turun ke lehernya serta bersinambung ke buah dadanya yang sintal. Saya menjongkokkan tubuhku buat menjilati puser Debbie.

“Akhh.. Dy, beri saya janjimu sayang.. Ughh,” lidahku mulai bandel menjelajahi perut Debbie. Hingga kesimpulannya saya mencium aroma bunga di lubang surga Debbie. Tanpa melepas CD yang dipakai, saya lekas memainkan lidahku diatas kemaluannya. Serta bertepatan dengan itu kepala Debbie menggeleng kekanan- kekiri, semacam iklan sampho clear yang lagi berketombe di diskotik. Dengan sentuhan lama- lama, saya melepas Debbie, sebab letaknya berdiri sangat gampang sekali melepas CD corak putih berenda yang dikenakan.

Tanganku berupaya membuka kedua kaki Debbie yang masih memakai sepatu hak tingginya. Sehingga mempermudah lidahku buat mengocok lubang kewanitaanya.

“Srupp.. Srupp, crek.. Crek” lidahku mulai menghujam Miss V Debbie.

“Dy, kalian memanglah asik.. Geli sekali.. Ooohh” Debbie merintih panjang dikala lidahku mulai, mengulum, menjilat serta menghirup clitorisnya yang telah mulai membengkak serta bercorak merah. Saya mulai merasakan suatu hendak meletup dalam diri Debbie. Dengan seluruh pengetahuan saya dalam ilmu bercinta, saya angkat satu kaki Debbie keatas pangkuan pundakku sehingga lidahku dapat bebas menikmati cairan yang mulai meleleh di lubang surgawinya.

Dengan posisi berdiri kaki satu, saya terus menjadi memesatkan jilatan lidahku, hingga kesimpulannya Debbie tidak kuasa membendung orgasmenya.

“Dy, saya keluar.. Aakkhh” bertepatan dengan itu pula cairan kental muncrat ke wajahku.

Serta diisaat saya masih bimbang buat membilas wajahku seketika dari balik Lucy mengangkatku sembari mengatakan“Dy, saat ini giliranku”.

Warnanya Lucy dari dini telah memainkan jarinya diatas clitorisnya sembari menyaksikan adegan antara saya dengan Debbie. Teruji Lucy tidak lagi memakai CD yang tadi dikenakannya. Lucy membungkukkan tubuhnya ke bibir meja, sehingga belahan merah pada selangkangannya nampak jelas dari balik. Bagaikan segerombolan tawon yang memandang madu, lidahkan langsung menari- nari di lubang kemaluan Lucy.

“Dy, lezat.. Sekali sayang.. Akhh” Lucy merintih.

Dengan posisi saya duduk di lantai menghadap selangkangan Lucy, yang membuka lebar pahanya. Mempermudah saya beroperasi secara optimal buat menekan lidahku lebih dalam, sebaliknya tanganku meremas pantat Lucy yang sexy.

Dikala saya lagi asik menikmati lubang Miss V Lucy, seketika Debbie telah memereteli celanaku. Sehingga adikku yang berdimensi 16 centimeter kurang dikit serta memiliki wujud yang sedikit bengkok ke kiri, menyembul keluar sehabis sekian menit dipenjara oleh CD ketatku merek crocodille.

“Waow Dandy, edan banget besar sekali sayang.. Mmm” berikutnya tidak terdapat suara lagi sebab penisku telah dilahap oleh mulut Debbie yang rakus. Saya merasakan betapa pandainya lidah Debbie menari di batang kemaluanku. Sesekali saya melepas kulumanku di Miss V Lucy, sebab merasakan kenikmatan game oral dari mulut Debbie.

Lucy telah mulai bocor pertahanannya serta mengatakan sembari mendesah,

“Dandy.. Saya.. Saya.. Ingin.. Kelu.. Arr.. Aahh,” tangan Lucy yang sebelumnya beroperasi dibuah dadanya saat ini menekan kepalaku dalam- dalam pada selangkangannya, seakan meminta jangan dilepas isapan fantastis itu. Buat yang kedua kalinya wajahku belepotan oleh cairan perempuan sebaya yang keluar dari lubang surgawi mereka. Dikala saya lagi membilas wajahku yang penuh cairan, seketika Debbie menarik lenganku, sampai badanku berdiri.

“Dy, saya mau gaya berdiri,” ajak Debbie sembari menarik tanganku buat menjajaki ia berdiri.

Sembari bersandar di bilik, saya langsung memusatkan adik kecilku dari dasar. Sehingga posisi berdiri tersebut sempurna sekali, serta itupun ditambah posisi Debbie yang masih belum melepas sepatu hak tingginya. Sebab dengan demikian posisi Debbie lebih besar dari posisi saya berdiri.

“Bless” suara adik kecilku menembus belahan kecil diselangkangan Debbie

“Dy, enakk bangett.. Punyamu” erangan Debbie.

Gerakan maju mundurku terus menjadi mentok di pangkal Miss V Debbie, perihal itu diakibatkan sebab pantat Debbie ditahan oleh bilik.

“Crekk.. Crekk.. Sslleepp” suara penisku menghujam keluar masuk dalam lubang Miss V Debbie. Buatku, Debbie tercantum orang yang dapat megimbangi game sex. Buktinya dengan posisi susah semacam itu, ia pula sedikit mendoyongkan badannya ke bilik sehingga batang penisku betul- betul masuk seluruh.

Kondisi ini berlangsung hingga kesimpulannya di menit ke 45, Debbie berteriak

“Dyy.. Ampun.. Saya.. Ingin.. Kelu.. Ar lagi.. Edan rintih Debbie.

Badan Debbie mendekapku erat- erat seakan tidak ingin lepas dari batang penisku yang masih menancap lubang surgawinya. Serta sedetik setelah itu badan Debbie merosot ke dasar dengan lunglai.

Saya berjalan mendatangi Lucy yang lagi menyandarkan tangannya buat memandang keluar jendela. Peluang itu tidak saya sia- siakan, sembari memeluk ia dari balik, penisku yang masih kencang menerobos liang Miss V Lucy sehingga membuat ia terpekik.

“Aaowww.. Dy kalian bandel deh, saya masih letih.. Uuughh” saya tidak mempedulikan erangannya.

Seraya meremas buah dadanya yang kencang dari balik, pinggulku mulai bergerak maju mundur. Posisi semacam ini betul- betul membuat saya melayang, lubang Lucy yang sedikit kecil serta seret dibandingkan memiliki Debbie. Serta perihal itu

membuat saya lebih bernafsu buat menyetubuhinya. Itu normal sebab Lucy belum memiliki anak meski telah menikah sebagian tahun.

Selang sebagian menit,“Dyy.. Saya tidak tahann.. Edan banget memiliki kalian terasa masuk hingga ulu hatiku.. Aaugghh,” rintih Lucy panjang, sembari senantiasa menggoyang pinggulnya. Dengan posisi separuh nungging dengan berdiri, mempermudah saya buat memasukan penisku secara optimal.

“Ughh.. Mbak.. Asik banget memiliki Mbak” desah kenikmatanku buat menyanjung kedua perempuan itu kerap keluar dalam mulutku.

“Dy.. Ampunn.. Saya.. Akkhh” Lucy merintih panjang.

Lucy merapatkan pahanya sehingga penisku terasa tersedot ke dalam seluruh. Edan, terasa copot penisku dibuatnya. Sebab hebatnya game itu sampai tidak terasa dinginnya AC yang terdapat dalam kamar itu. Saya coba mengambil segelas air es di kulkas, Debbie yang tadi terkulai menarik tanganku.

Nikmatnya Sex Bareng Tante Dan Putrinya

Nikmatnya Sex Bareng Tante Dan Putrinya

Pada bulan Mei tersebut saya berangkat ke Jakarta buat mencari pekerjaan, tetapi memanglah kata orang kalau mencari pekerjaan itu tidak semudah yang kita duga, terlebih di kota metropolis. Pada sesuatu malam minggu saya tersesat kembali serta seketika saja terdapat mobil sedan elegan menghampiriku. Terus ia mengatakan,

Hey.. kok.. melamun? katanya.

Saya sangat kaget sekali nyatanya yang menyapaku itu merupakan seseorang perempuan menawan serta saya pernah terdiam sebagian detik.

Eee.. Ditanya kko masih diam sih? perempuan itu bertanya lagi. Kemudian saya jawab,

Ii.. nii.. Tante saya tersesat kembali nih?

Ooohh.. Mendingan kalian turut Tante saja yah?

Kemana Tante? tanyaku.

Gimana jika ke rumah Tante aja yah? sebab saya dalam kondisi bimbang sekali serta tanpa berpikir apa- apa saya langsung mengiyakannya.

Pendek cerita saya telah terletak di rumahnya, di perumahan yang luar biasa elit. Setelah itu saya diperkenalkan sama anak- anaknya yang memanglah pada menawan serta sexynya semacam Mamanya. Oh yah, sehabis saya serta mereka ngobrol panjang lebar nyatanya Tante yang nolong saya itu namanya merupakan Tante Mey Lin yang terpanggil akrab Tante Mey, anak pertamanya Mbak Hanny, ia masih kuliah di Universitas populer di Jakarta, anak yang kedua namanya Sherly kelas 1 SMU serta yang ketiga namanya Poppy kelas 1 SMP, mereka berdua di sekolahkan di sekolah yang populer serta kesukaan di Jakarta.

Meski saya baru awal tahu, tetapi saya sama bidadari- bidadari yang pada menawan ini rasanya telah semacam seorang yang sudah lama berpisah. Kemudian kami berlima menyaksikan kegiatan Televisi yang cocok pada waktu itu terdapat adegan panasnya, serta saya curi pandang sama Tante Mey, rasanya Tante ini enggak tenang serta merasa risau kayaknya ia telah terangsang hendak adegan itu, ditambah terdapat saya disampingnya, tetapi Tante warnanya malu sama anak- anaknya. Seketika Tante mengatakan,

Hanny, Sherly, Poppy kilat tidur telah malam? yang memanglah pada waktu itu menampilkan jam 10. 30.

Memangnya mengapa Mami, filmnya kan belum berakhir, kata Mbak Hanny.

Memanglah ia kelihatannya telah matang betul serta apa yang hendak dicoba Maminya terhadap saya? Kemudian mereka bertiga masuk ke kamarnya masing tetapi Sherly serta Poppy tidur satu kamar. Serta peristiwa kurang lebih 3 bulan yang kemudian terulang lagi serta sangat diluar dugaan saya.

Nah dewa saat ini tinggal kita berdua, katanya.

Mrmangnya terdapat apa tuh Tante? kataku heran.

Dewa sayang, Tante enggak dapat berbuat leluasa terhadap kalian sebab Tante malu sama kanak- kanak, begitu timbalnya.

Dewa mendingan kita ke kamar Tante aja yah, please.. temanin Tante malam ini sayang, Tante telah lama sekali enggak dijamah sama pria, sembari memeluk saya serta meminta,

Yah sayang? Ingin kan? katanya lagi

Ii.. Yaa, ingin.. Tante? jawabku gugup. Sebab Tante telah ingin menolongku.

Datang di kamar Tante warnanya enggak dapat nahan lagi nafsunya ia langsung mencium segala tubuhku, kemudian kami berdua tanpa terasa telah semacam sejoli pacar yang telah lama pisah. Sampai kami berdua telah separuh bugil, saya tinggal CD saja serta tante Mey tinggal BH serta CDnya. Tante pernah menari- nari di depanku buat membangkitkan gairahku biar terus menjadi nafsu. Wahh..!! Gile benar nih Tante, kok seperti masih usia 23 tahun saja yah? gumamku dalam hati. Itu tuh.. Seperti Mbak Hanny anaknya yang awal. Sangat indah badannya, buah dada yang besar, kencang serta sekel sekali, pinggulnya yang sexy dengan pantat yang runcing ke atas, lezat jika dientot dari balik? Terus yang sangat menggiurkan lagi vaginanya masih bagus serta bersih. Itu gerutuku dalam hati sembari memandang Tante menari- nari.

Tante langsung menindihku kemudian mencium bibirku dengan ganasnya kemudian saya pula membalasnya, Tante menggesek- gesekkan vaginanya ke penisku yang mulai tegang, pula kedua payudaranya ke dadaku. Ooohh.. terus.. Tante, gesek.. serta.. Goyang.. yang kerass.. aahh.. oohh.. desahku.

Dewa sayang itu penismu telah bangun yah, rasanya terdapat yang menganjal di vaginaku cinta, kata Tante Mey.

Kemudian kami berdua tanpa ba.. bi.. bu.. langsung melaksanakan 69, dengan jelas nampak Miss V Tante Mey yang merah merekah serta telah sangat basah sekali, bisa jadi telah terangsang banget sebab tadi habis menggesek- gesekkan vaginanya ke penisku. Kemudian saya menjilat, mencium serta menghisapnya habis- habisan, kupermainan kritorisnya. Tante mengerang.

Ooohh.. Eennaakk.. Dewaa.. sayang.. terus.. makan Miss V Tante yahh..?

Begitu pula dengan saya, penis rasanya telah enggak tahan banget mau masuk ke lobang Miss V kenikmatannya.

Ooohh.. yahh.. eenaakk terus.. Tante.. yang cepet kocokkannya..?

Cclluup.. Ccluupp.. Suara penisku didalam mulutnya.

Dewa, Miss V Tante telah enggak tahan lagi telah cepet lepasin, cepet masukin saja penis kalian cinta? Tante Mey meringis meminta.

baca pula: Karna tidak dapat bayar kost, saya dapat menikmati badan indah bunda kost

Setelah itu saya mengambil posisi diatas dengan membuka pahanya lebar kemudian saya angkat ke atas serta saya mulai memasukan penisku ke dalam vaginanya. Bblless.. Bleess.. Bblleess..

Awww.. Yeeahh.. Ssaakiitt.. De.. Waa?

Mengapa Tante?

Pelan- pelan sayang, vaginaku kan telah lama enggak dientot?

Ooohh..? jawabku.

Tahan sebentar yah cinta, supaya Miss V Tante terbiasa lagi dimasukin penis, katanya.

Selang sebagian menit,

Nah Dewa, saat ini kalian boleh masukin serta entot Miss V Tante hingga puas yah?

Ssiipp.. Siap..!! Tante Mey?

Memanglah benar Miss V Tante warnanya telah lama enggak dimasukin penis lagi, teruji saya hingga 3 kali hentakan. Bleess.. Bless.. Bblleess.. Akhir saya masukin seluruhnya penisku ke vaginanya. 3 kali pula tente Mey menjerit.

Dewa genjot serta kocok vaginaku sayang? kemudian saya mulai memasuk keluarkan penisku dari lelet hingga keras serta kilat sekali. Tante Mey mengerang serta mendesah.

Ooohh.. ahh.. lezat.. sekalii.. penis kalian Dewaa.., kesimpulannya Miss V Tante ngerasain lagi penis.. terus.. Entot Miss V Taann.. tee.. Dewaa.. Sayaanngg..? ceracaunya.

Uuuhh.. Oohh.. Aaahh.. Yeess.. Ennaakk.. Miss V Tante seret sekalii.. Kaya vaginanya perawan? timbalku.

Seketika, Dewaa.. Saya ingin keluar nih? penis kalian hebatt..?

Tunggu Tante sayang, saya pula ingin keluar nih..?

Kesimpulannya Tante Mey orgasme duluan. Crott.. Ccroott.. Crroott.. Banyak sekali cairan yang terdapat dalam vaginanya, rasanya penisku hangat sekali.

Tante saya ingin keluar nih..? kataku, Dimana nih keluarinnya..?

Didalam Miss V Tante saja Dewaa.. Please.. mau air sperma kalian yang hangat..?

Ccrett.. Ccroott.. Ccrroott..

Aaarrgghh.. Aarrgghh.. Oohh.. Mmhh.. Nikmat Miss V Tantee..? erangku.

Kemudian saya serta tente tidur pulas, sebab kecapaian akibat pertempuran yang sengit tadi. Dekat jam 12 malam rasanya penisku terdapat yang mengulum serta mengocoknya. Nyatanya Mbak Hanny,

Terdapat apa Mbak? tanyaku.

Wah edan ia, sembari mengocok penisku didalam mulutnya, tangan kirinya menusuk- nusuk vaginanya sendiri. Ia mengatakan,

Dewa saya mau dong dientot kaya mami tadi, yah.. please..

Ia mempertegas, Dewa tolong Mbak yah sayang, Miss V Mbak pula telah kangen enggak ngentot lagi, Mbak baru putus sama pacar habis enggak muasin Miss V Mbak, sembari membimbing tangan kananku buat mengelus- elus vaginanya.

Iyah deh Mbak, saya hendak berupaya dengan bermacam metode buat bisa membuat Miss V Mbak jadi ketagihan sama penis saya, jawabku vulgar.

Kita entotannya dilantai karpet aja yah? kata Mbak Hanny. Tetapi masih di kamar tersebut, Saya khawatir mengusik Mami yang habis kalian entotin vaginanya, entar Mami bangun lagi jika ngentotnya diranjang, ia mempertegas.

Mbak Hanny langsung telanjang bundar. Kami juga bercumbu, silih menjilat, mencium, menghirup semacam biasa, dengan gairah yang sangat menggelora sekali. Serta saat ini saya mulai memasukkan penisku ke lubang vaginanya, sebab ia telah gatel banget amati tadi saya ngentotin Maminya. Hingga saya langsung aja, masukkan penisku. Bleess.. Bless.. Bleess..

Aw.. Oohh.. Aahh.. Yyeess..? erangnya.

Sakit Mbak? tanyaku.

Enggak cinta, terusin saja lezat banget kok?

Saya langsung mengkocoknya, plak.. plakk.. plokk.. plookk..? suara paha kami berdua beradu..?

Miss V Mbak enaakk.. Sekali sih..? sembari saya menggoyangkan pinggulku, terus ia pula mengimbangi goyanganku dengan arah yang bertentangan sehigga betul- betul tenggelam segala penisku ke dalam Miss V surga kenikmatannya.

Oohh.. ennak.. Dee.. waa.. terus.. entot.. mee.. meekk.. Mmbaakk.. sayyaanngg..?

Kesimpulannya akupun ngentot lagi sama vaginanya Mbak Hanny, tetapi Maminya enggak sedikitpun bangun bisa jadi letih main sama saya, habis saya buat badannya serta vaginanya melayang- layang. Lagi asyik- asyiknya ngentotin vaginanya Kak Hanny, seketika terdengar suara.

Iiihh.. Kakak lagi mengapa? mendengar suara tersebut, saya kaget. Warnanya Shelly serta Poppy lagi asik serta santainya memandang saya ngentot sama kakaknya.

Saya langsung aja menyudahi serta mendadak itu pula Mbak Hanny mengatakan,

Dewa mengapa, kok menyudahi sayang, terus dong entot Miss V Mbak, hingga lezat serta nikmat sekalii..?

Ii.. ittuu.. terdapat..?

Terdapat apa? katanya lagi penasaran. Cocok ia menggerakkan mukanya kekanan, terlihatlah adik- adiknya yang bersama telah bugil tanpa sehelai benang juga. Kemudian Mbak Hanny bicara,

Eehh.. adik- adikku ini nakal sekali yah..!!

Sehabis ia ketahui kalau saya menyudahi sebab terdapat adik- adiknya yang sama telah telanjang bundar. Heyy.. mengapa kamu ikut- ikutan telanjang? kata Mbak Hanny.

Kak saya mau ngerasain dientot yah? tanya Shelly sama kakaknya.

Iyah nih Kakak kok pelit sih.. saya pula sama Kak Shelly mau pula ngerasain penisnya Mas Dewa, timbal poppy.

Iyah kan Kak? tanya poppy pada Shelly.

Iyah nih.. Gimana sih..? timbal Shelly.

Please dong Kak? Rengek kedua anak tersebut? terus bisa jadi telah terlanjur mereka berdua memandang kakaknya ngentot serta telah pada bugil seluruhnya, hingga Kak Hanny membolehkannya.

Iyah deh kalian berdua telah telanjur bugil serta amati kakak lagi dientot vaginanya sama penis Dewa?

Mari jangan ribut.. kata Kakaknya lagi, Tunggu kakak keluar, yah.. entar kalian pula bakal kebagian adikku manis Tanya kakaknya.

Dewa cepetan kocokannya yang lebih keras lagi.. Kasihan Miss V kedua adikku ini telah pada basah.. tuhh..

Kesimpulannya saya serta Mbak Hanny juga memesatkan ngentotnya seperti dikejar- kejar hantu. Serta kesimpulannya orgasme secara bertepatan.

Aaarrgh.. Oohh.. Mmhh.. Aarrgghh.. Lezat.. Sekalii.. cintaa? Saya telah keluar Dewa..? erangan Mbak Hanny.

Saya pula sama Mbakk.. Rasanya penisku hangat sekali

Sehabis menyudahi sebagian menit, kemudian kedua anak abg ini mulai membangkitkan lagi gairahku, Shelly kakaknya lagi asik mengocok penisku dalam mulut serta bibirnya yang sexy sebaliknya Poppy mencium bibirku habis- habisan hingga kedua lidah kami silih bertautan serta saya juga tidak tinggal diam, saya mulai meremas- remas toketnya yang lagi seger- segernya semacam buah yang baru matang.

Kesimpulannya kembali lagi saya ngentotin Miss V adiknya yang masih perawan. Yang awal kuentot vaginanya sherly yang kelas 1 SMU. Saya sangat kesusahan memasukan penisku sebab vaginanya masih kecil serta perawan lagi.

Benar nih, Miss V kalian ingin saya masukin? tanyaku dengan penuh kelembutan, atensi serta kasih sayang.

Ingin sekali Kak..? jawabnya.

Saya dari tadi telah kepengen banget, mau ngerasain gimana sih jika Miss V saya dimasukin penis Mas dewa? Kelihatannya Kak Hanny lezat serta nikmat banget, waktu Kakak lagi ngentotin ia? jawab polosnya.

Kemudian saya suruh ia diatas saya dibawah serta kesimpulannya ia memasukan pula. Bles.. Bless.. Bbleess..

Aw.. Aahh.. Ohh.. Kak.. telah.. Masuk belumm..? sembari ia mengedangah ke atas, bibir bawahnya digigit kemudian kedua payudaranya ia remas- remas sendiri sembari ia menekan pantatnya kebawah.

Tekan lagi cinta masih kepalanya yang masuk?

Kesimpulannya dengan dibantu saya memegang pantatnya kebawah, kesimpulannya masuklah seluruhnya.

Aahh.. oohh.. yeeahh.. masuk seluruhnya yah kak? katanya.

Iyah Shelly sayang, gimana lezat kan? tanyaku sembari saya berupaya menggenjotnya.

Lezat.. sekali.. Kak Dewa..

Ini belum seberapa Selly. Ntar kalian hendak lebih nikmat lagi? kemudian saya kocok vaginanya serta kesimpulannya ia orgasme duluan. Creett.. Creett.. Ccroott..

Aakk.. saayyaanngg.. aa.. kuu.. ingin.. keluar nihh.. eranganya.

Sembari memelukku erat- erat serta pantatnya ditahan ke balik sebab ia terdapat diatas, kemudian saya juga sama menghentakkan pantatku ke depan, arah yang bertentangan biar ia betul- betul menikmatinya, penisku tertekan lebih dalam lagi ke lubang vaginanya. Ia langsung lemes sedangkan saya belum orgasme serta kulihat Poppy lagi dioral vaginanya sama kakaknya, Mbak Hanny.

Telah dong kak..? kataku pada Mbak Hanny.

Kasihan tuhh.. Miss V Poppy telah mau banget ngerasain di tusuk sama penisku ini? kataku lagi

Iyah Kak Hanny, telah dong kak? kata Poppy.

Saya telah enggak tahan sekali dari tadi amati Kak Shelly dientot sama penisnya Dewa, kayaknya nikmat serta lezat sekali? katanya meminta supaya Kak Hanny membebaskan oralnya di dalam vaginanya.

Kesimpulannya kami berempat mulai perang lagi, saya ingin masukin penisku ke vaginanya Poppy sembari nungging( doggy gaya) setelah itu Poppy menjilat vaginanya Mbak Hanny serta Mbak Hanny menjilat vaginanya Shelly yang telah seger lagi.

Wah.. seretnya bukan main nih vaginanya Poppy, ia masih kelas 1 SMP jadi lebih kecil dibandingkan kakak- kakaknya serta cengkramannya juga sangat kokoh sekali.

Bleess.. Bless.. Bleess..

Awww.. Awww.. Ooohh.. Ooohh.. Poppy menjerit lagi tiap saya ingin memasukkan lagi penisku.

Sakit yah? tanyaku sembari saya meremas- remas payudaranya.

Ii.. Iyah.. kak.., Tetapi kok lezat banget sih? terusin aja Kak Dewa.. Miss V poppy rasanya terdapat yang mengganjal serta rasanya hangat serta berdenyut- denyut, katanya.

Sembari merem melek sebab saya mulai menggenjot vaginanya.

Oohh.. terruuss.. aakk.. saayyaang.. p.. vaginanya Poppy yah.. ceracaunya.

Serta rasanya ia mulai pula menggoyangkan pinggulnya.

Tenang cinta.. saya.. hendak.. berupaya.. muasin vaginanya dik.. Poppy.. Yah..

Serta kesimpulannya saya ngentot Miss V keempatnya. Kemudian saya dengar ia mengatakan,

Saya ingin keluar nih?

Tabah taahann.. duu.. Luu.. Yah..

Tetapi baru sekali ini vaginanya dientot ia tidak dapat nahan serta..

Crott.. Croott..

Aarhhgg, eemmhh.. oohh.. yeeaass.. nikmat banget aakh..? eranganya.

Makasih.. Yah kak..? sembari ia tersenyum.

Saya.. pipisnya kok.. enggak umumnya, tetapi lezat banget sih.

Saya ingin keluar nih, dimana sayang? tanyaku.

Aakkh.. didalam vaginaku aja yah.. Saya mau ngerasain.. Gimana di siram air sperma penis..

Ccrroott.. Crroott.. Crott..

Kesimpulannya saya tumpahkan ke dalam lobang vaginanya serta sebagian lagi kuberikan sama Kak Hanny serta Shelly.

Gile.. Benerr.. sekali ngentot bisa 4 Miss V, ialah vaginanya anak SMP, anak SMU, mahasiswi serta Tante- Tante.

Mengenang Malam Hilangnya Keperawananku

Santi hendak berteriak minta tolong, tapi mulutnya langsung dibekap oleh preman yang berdiri di belakang Santi. Ternyata, 3 preman itu tidak mabuk meskipun mereka minum-minum karena minuman berakoholnya cuma sedikit dan lebih banyak air. Maklum preman gak modal. 2 preman yang lain tertawa dengan licik melihat Santi yang sudah tidak berdaya.“gila..bening banget nih cewek..mimpi ape kite kemaren..”.“kalo gue sih mimpi ketiban duren..”.

“udeh lo bedua berisik banget..mending lo bedua buka jaket nih cewek..”.“oke bos..”. Salah satu preman itu menarik resleting jaket Santi ke bawah sementara preman terakhir memegangi kaki Santi agar tidak menendang-nendang lagi. Preman yang ditugasi untuk membuka jaket sangat kaget ketika resleting jaket Santi sudah terbuka sampai ke perutnya.“gila..ni cewek cuma pake jaket doang..gak pake baju die bos..”.“ah..yang bener lo Sam..”, si bos preman itu pun menutupi mulut Santi dengan tangan kirinya dan tangan kanannya bergerak menyusup ke dalam jaket Santi dan langsung meremas kencang payudara kiri Santi.Ekspresi wajah Santi menunjukkan kalau Santi kesakitan akibat remasan kencang si bos preman di payudara kirinya. Preman yang memegangi kaki Santi tidak tahan hanya melihat kaki & paha Santi yang putih mulus tanpa cacat sedikit pun.

Jadi, preman itu mengelus-elus paha Santi dengan tangan kanannya. Lalu tangan preman itu terus bergerak hingga ke pangkal paha Santi.“die juga gak pake celana dalem bos..kayaknye die emang udeh siap buat dientot ni bos..”.“yaude..lepasin jaketnye, Sam..biar ni cewek telanjang sekalian..”.“oke bos..”. Ketiga preman itu jadi lengah sehingga otak Santi langsung bekerja untuk melepaskan diri dari 3 preman itu. Santi mendorong kepalanya ke belakang sehingga mengenai wajah si bos preman.“aarrgghh..”, bos preman itu langsung menjauh dari Santi sambil memegangi hidungnya yang hampir patah karena terbentur bagian belakang dari kepala Santi. 1 preman sudah lepas, 2 lagi preman nya. Santi mengangkat kaki kanannya sehingga lutut Santi langsung menghantam dagu preman yang memegangi kakinya. Preman itu langsung jatuh terjerembab ke belakang. Masih 1 preman yang tersisa. Santi langsung meninju preman yang tadi ditugasi melucuti jaket Santi.

Meski tinju Santi lemah, tapi mampu membuat preman itu juga jatuh ke belakang karena preman itu berjongkok dengan sedikit berjinjit. Santi pun langsung mengambil langkah 2 ribu menjauhi 3 preman yang sedang kesakitan sambil berteriak minta tolong. Ada orang keluar dari warung, Santi berlari ke arah orang itu, sambil berlari, Santi menarik resleting jaketnya ke atas lagi agar payudaranya tertutupi jaket.“tolong pak..saya mau diperkosa..”, kata Santi sambil berlindung di belakang orang itu.“mana Dek..yang mau merkosa..”, ujar orang itu sambil bertolak pinggang seperti jagoan. 3 preman itu muncul di hadapan abang pemilik warung dengan nafas mereka yang terengah-engah. Santi merasa sedikit tenang melihat si abang pemilik warung kelihatannya tidak gentar menghadapi 3 orang preman itu.Tiba-tiba, trio preman itu langsung bergerak ke belakang si abang pemilik warung dan menangkap Santi.“pak..tolong saya..”, pinta Santi dengan wajah sedihnya. Abang pemilik warung itu menoleh ke belakang.“ah..parah lo betiga..udah gue kasih minuman..malah gak ngajak gue pas mau merkosa cewek..”, kata-kata yang keluar dari mulut si abang pemilik warung membuat Santi seperti tersamber petir.“gimane mau ngajak lo Ton..die aje kabur..”.“kok bisa kabur?”.“noh..gara-gara si Sammy buka jaketnye kelamaan..”.“bukan salah gue bos..gara-gara si Kendy..

megangin kakinye gak bener..”.“enak aje..lo..bos Herto juga salah..”.“udeh..udeh..mending..kite mulai aje..ngerjain ni cewek yang kayak bidadari ini..”.“bener juge ape kate lo..”. Akhirnya, nama mereka terungkap juga. Si bos preman bernama Herto, si abang pemilik warung bernama Toni, preman yang tadi memegangi kaki Santi bernama Kendy, dan preman yang terakhir bernama Sammy.“ngapain lo kabur tadi..hah?!”, sebuah tamparan mendarat di pipi kanan Santi.“udeh..kite telanjangin aje nih cewek..biar die kapok..”. Dalam waktu sekejap, jaket Santi sudah dibuang jauh-jauh oleh Herto.“buset..bodynye bohay banget..”, ujar Sammy.“liat tuh memeknye..kayaknye..masih perawan..”.“berarti gue yang merawanin..”, kata Toni.“enak aje lo, Ton..gue bosnye disini..”, balas Herto.“tapi..ini kan warung gue..”, balas Toni tak mau kalah.“yaude..lo yang merawanin..tapi kite gratis minum di warung lo satu minggu ye..”, kata Herto.“sip dah..yang penting bisa merawanin cewek..”.“jangan perkosa saya..”, pinta Santi, air matanya pun mengalir keluar.“diem lo !! ntar lo juga enak..”, ejek Kendy.“kite taro aje di bangku biar lebih enak..”, usul Sammy.“bener juga lo Sam..”. Sammy & Kendy mengangkat tubuh Santi dan menaruh Santi di kursi panjang dari kayu yang biasa ada di warteg. Kendy & Sammy mengangkat kaki Santi ke atas sehingga vagina Santi yang ada di tepi ujung bangku benar-benar terekspos dengan sangat jelas.Herto duduk di ujung bangku yang satunya, dia memegangi kedua tangan Santi sambil menikmati kelembutan dari bibir Santi yang tipis dan lembut.

Santi tau kalau dia tidak bisa melakukan perlawanan lagi karena kali ini dia benar-benar tidak berdaya. Santi tidak tau apa yang akan terjadi pada vaginanya karena pandangannya tertutupi leher Herto.“gue jilat dulu ah..pengen tau..memeknye perawan manis ape nggak..hehe..”, ujar Toni. Toni berjongkok di depan vagina Santi dan menatapi pemandangan indah di depannya bagai detektif yang memperhatikan dengan teliti untuk menemukan barang bukti.“gak ade bulunye lagi..jadi tambah napsu gue..”, kata Toni.“udeh..cepetan lo Ton..ntar gantian..”, kata Herto lalu Herto melanjutkan melumat bibir Santi lagi.“sabar nape lo..”. Toni mengelus-elus kedua paha mulus Santi hingga menyentuh pangkal paha Santi. Lalu Toni mendekatkan wajahnya ke vagina Santi. Toni semakin nafsu setelah melihat bentuk vagina Santi yang masih sempurna serta wangi alami dari vagina Santi yang dirawat dengan baik oleh Santi.Toni menyapu belahan bibir vagina Santi dari bawah ke atas dengan sekali sapuan saja. Santi menggelinjang karena sapuan lidah Toni seperti sengatan listrik yang mengalir di sekujur tubuhnya. Kemudian, Toni menggelitik klitoris Santi dengan lidahnya.“mmmffhh..”, desah Santi tertahan bibir Herto. Kendy & Sammy tidak hanya memegangi kaki Santi saja, tapi masing-masing dari mereka juga ‘memegangi’ dan meremasi payudara Santi.

Toni membuka bibir vagina Santi sehingga dia bisa melihat bagian dalam dari vagina Santi yang terlihat sangat menggiurkan karena masih merah merekah. Lidah Toni sudah terselip di dalam lubang vagina Santi. Toni membenamkan kepalanya ke selangkangan Santi agar Toni bisa memasukkan lidahnya lebih dalam ke vagina Santi. Santi memang menolak, tapi dia tidak bisa menyangkal tubuhnya yang dengan senang hati menerima serangan lidah Toni.“nnggffhh..,”, suara lenguhan Santi yang masih tertahan bibir Herto. Tubuh Santi menjadi tegang karena dia sedang mengalami orgasme.“ssuurpp..slluurrp..”, Toni tidak menyia-nyiakan satu tetes pun hingga cairan vagina Santi tak bersisa.“gimane Ton?”, tanya Kendy.“maknyus..enak banget..manis ‘n gurih..”, jawab Toni.“namanye juga memek perawan..”, ujar Sammy.“gantian lo Ton..”, kata Herto.“okeh..”. Herto & Toni bertukar posisi. Mereka bergantian menjilati vagina Santi hingga masing-masing mereka telah mencicipi cairan vagina Santi. Santi sudah pasrah karena tenaganya habis setelah 4x orgasme. Sekarang, Toni berhadapan dengan vagina Santi lagi dengan celananya yang sudah melorot sehingga penis Toni terbebas keluar dari sangkarnya.

“akhirnye..kontol gue bisa ngerasain memek perawan juga..”, ujar Toni. Toni sudah sangat bersemangat ingin segera menghujamkan kontol besarnya ke dalam vagina Santi.“hoi !!”, teriak seseorang. 4 orang itu menengok ke arah sumber suara yang mereka dengar.“siape lo?!”, tanya Toni.“jangan ganggu dia !!”, teriak orang itu. Toni bergegas memakai celananya lagi.“mao jadi jagoan lo?”. Kendy & Sammy melepaskan kaki Santi dan maju bersama Toni ke arah orang itu sementara Hari mengikat kaki & tangan Santi dengan tali rafiah yang Herto ambil dari warung Toni.“lo semua..jangan ganggu tuh cewek !!”, kata orang itu.“oh..lo mao jadi jagoan lo yee..”, kata Herto yang bergabung dengan Toni, Kendy, dan Sammy.“nyari mati die..kite matiin aje nih orang..biar kite bisa ngentotin perawan..”.“Ken..Sam..maju lo bedua..hajar ampe mampus nih jagoan kemaleman..”, perintah Herto.“oke bos..”, jawab Kendy & Sammy maju mendekat ke orang itu. Kendy menyerang duluan, dia melayangkan tinju kanannya ke arah orang itu. Orang itu menangkis dengan tangan kanannya, lalu segera menendang perut Kendy dengan cepat. Meski hanya 1 kali tendangan, Kendy langsung sujud sambil memegangi perutnya dan meringis kesakitan. Sammy menyerang orang itu dari belakang dengan melayangkan sebuah pukulan.

Tapi, dengan cekatan orang itu menghindar ke kiri lalu menggerakkan siku tangan kanannya untuk mengenai perut Sammy. Sammy langsung kesakitan karena hantaman siku orang itu begitu kuat. Orang itu langsung melakukan tendangan berputar ke belakang dan mengenai wajah Sammy sehingga Sammy langsung terlempar ke samping.“sialan lo !!”, Herto & Toni langsung maju menyerang orang itu. Tapi, orang itu melayangkan 2 jurus tendangan saja, Toni dan Hari langsung kesakitan.“awas lo ye..!!”, ancem Herto sambil kabur. Toni, Kendy, dan Sammy juga lari dengan sangat kencang. Orang itu mendekati Santi yang tidak berbusana dan tidak berdaya karena kaki & tangannya terikat ke bangku.“lo gak apa-apa?”, kata orang itu sambil melepaskan ikatan di kaki dan tangan Santi.“terima kasih..”, jawab Santi masih lemah.“nih..pake jaket gue..”, orang itu memakaikan jaketnya ke Santi setelah Santi duduk di bangku.“terima kasih Mas..”.“kenalin nama gue Jimmy..”.“nama saya Santi..”.

Ternyata, Jimmy adalah sabuk hitam dalam Taekwondo sehingga tidak heran dia mengalahkan 4 orang tadi dengan sangat mudah meskipun wajah Jimmy tidak mendekati kata ganteng sedikit pun.“ngapain lo malem-malem ada di luar?”.“saya baru dateng dari desa Mas..”.“oh..pantes aja..mukanya masih lugu..terus sekarang mana celana kamu? masa gak pake celana kayak gini..”.“gak tau Mas..”.“yaudah..lo pake celana training gue aja..”, kata Jimmy menyerahkan celana trainingnya yang dia ambil dari dalam tasnya.“makasih Mas..”.“lo mau kemana sekarang?”.“mm..saya mau ke rumah saudara saya..”, Santi berbohong.“mau gue anter?”.“ah..gak usah Mas..saya jalan sendiri saja..”, Santi menolak tawaran dari Jimmy karena dia sudah tidak percaya kepada laki-laki.“yaudah..tapi gue anterin ke tempat yang lebih rame ya?”.“apa gak ngerepotin?”.“gak apa-apa..yuk..”.

Jimmy berjalan ke motornya yang diparkir agak jauh dari warung. Santi memakai celana training Jimmy sehingga akhirnya, vagina Santi tertutup juga.Jimmy datang mendekati Santi dengan mengendarai motornya.“ayo..naik..”.“iya Mas..”. Santi naik membonceng di belakang lalu Jimmy memacu motornya menjauhi warung itu menuju ke tempat yang lebih ramai.“makasih ya Mas..”, Santi turun dari motor.“lo gak pake alas kaki ya dari tadi?”.“iya..Mas..ilang..”.“oh..kalo gitu pake sendal gue aja..nih..”.“ntar Mas gimana?”.“udah..gak apa-apa..pake aja..tapi beneran lo gak apa-apa jalan sendiri?”.“iya Mas..gak apa-apa..

makasih banyak udah nyelametin saya Mas..”.“yaudah deh..gue duluan ya..ati-ati lo..”. Jimmy pun pergi meninggalkan Santi karena dia ada urusan penting. Santi berjalan sendiri lagi, tapi kali ini dia memakai celana untuk menutupi bagian bawah tubuhnya dan sendal untuk melindungi kakinya. Tenaga Santi tinggal seperempat saja sehingga Santi hanya mengikuti kakinya tanpa tau arah & tujuan. Kakinya membawa Santi ke sebuah komplek perumahan yang lumayan elit. Seperti komplek lainnya, ada pos satpam dan portal sebelum masuk ke komplek, tapi kelihatannya satpamnya sedang tidak ada.Santi masuk ke daerah komplek itu dengan langkah gontai karena dia sudah sangat lemas. Tenaga Santi sudah benar-benar tidak tersisa lagi kali ini sehingga Santi jatuh pingsan di depan sebuah rumah yang besar. Dengan mata yang samar-samar, Santi melihat ada seseorang yang mengangkat tubuhnya. Setelah itu, Santi sudah tak sadarkan diri. Saat bangun, Santi sudah berada di atas ranjang yang sangat empuk.Dia meregangkan tubuhnya alias ngulet. Badan Santi sudah benar-benar segar sehabis tidur sehingga Santi memutuskan untuk bangun dari ranjang. Kamar itu begitu besar, luas, dan penuh dengan barang yang keliatannya mahal. Santi tidak berani menyentuh apa-apa karena takut ada yang pecah. Santi berjalan menuju ke pintu kamar yang sangat besar. Santi membuka pintu kamar itu dan berjalan keluar dari kamar.

Santi menjelajahi rumah yang lumayan besar itu dan mencari si pemilik rumah yang mungkin tadi telah membawanya masuk ke dalam rumah.Tapi, meski dicari kemana-mana, Santi tidak menemukan siapa-siapa di rumah itu. Jadi, Santi hanya duduk di sofa yang ada di ruang tamu. Tiba-tiba Santi mendengar suara pintu terbuka. Seorang bapak masuk ke dalam ruang tamu.“eh..kamu udah bangun?”.“bapak siapa?”, tanya Santi ketakutan.“nama bapakIvan..kamu?”.“nama saya Santi..kenapa saya ada disini?”.“tadi kamu pingsan di depan rumah bapak..jadi bapak bawa kamu ke dalem rumah..”.“maaf..saya ngerepotin bapak..”.“kenapa nak Santi bisa pingsan?”.“saya kesasar..”.“oh..kalo gitu..nak Santi tinggal disini aja dulu..”.“aduh..maap pak..saya gak mau ngerepotin..”.“gak apa-apa..pasti kamu lapar..udah lah..malem ini nak Santi tinggal disini dulu..”.“tapi kalau saya tinggal disini..apa istri bapak gak apa-apa?”.“oh..nak Santi tenang saja..istri bapak sudah gak ada..”.“oh..maap Pak..saya gak bermaksud..”.“ah..gak apa-apa..ayo nak Santi..kita makan..”.“gak usah Pak..”.“kruukk..,~~”, bunyi dari perut Santi yang keroncongan membuat Santi tersipu malu.“tuh kan..udah ayo kita makan..”, Pak Ivan menarik tangan kanan Santi dan membawanya ke ruang makan. Sambil berjalan ke ruang makan, pikiran Santi bercabang menjadi 2.

Yang satu, Santi deg-degan dan khawatir dengan Pak Ivan yang duda karena Santi teringat kejadian bersama ayah angkatnya. Sedangkan, pikiran Santi yang lain mengatakan kalau dia pergi malam ini, dia bakal kelaparan dan mungkin dia akan diperkosa oleh preman-preman yang sedang mabok. Jadi, Santi telah memilih untuk tinggal di rumah itu untuk semalam.“gue nginep disini dulu deh..kayaknya ni bapak gak punya pikiran macem-macem..”, pikir Santi. Pak Ivan memang terlihat seperti bapak yang baik.“makanan sudah siap Pak..”, sapa orang yang ada di dekat meja makan.“oh..makasih Ren..kamu sudah makan, Ren?”.“saya mah gampang, Pak..saya permisi dulu ke belakang ya Pak..”.Rendy berjalan keluar dari dapur.“ayo..nak Santi..mari makan..”.“gak apa-apa nih Pak Ivan?”.“gak apa-apa..hayo cepet..mumpung masih anget..”. Pak Ivan duduk lebih dulu, disusul Santi yang masih agak malu-malu duduk di meja makan.“ayo Santi..gak usah malu-malu..ayo makan..”.“iya Pak..”. Pak Ivan mulai mengambil makanan sedangkan Santi hanya sedikit mengambil makanan karena Santi masih agak malu-malu.“mm..Pak Ivan..saya boleh numpang ke kamar kecil?”.“oh boleh..nak Santi terus aja terus belok kiri..nah ruangan yang ada di kanan..itu wc..”.“makasih Pak..saya permisi dulu..”.“oh ya..ya..silakan..”.

Santi mengikuti arahan petunjuk dari Pak Ivan sehingga dia bisa menemukan kamar mandi. Setelah buang air kecil, Santi mencuci tangannya di wastafel sambil menatap kaca yang ada di depannya. Santi melihat bayangan seorang gadis berparas cantik dengan kulit wajah putih merona. Bayangan itu tak lain dan tak bukan adalah dirinya sendiri.Santi berpikir kalau saja wajahnya tidak cantik mungkin hidupnya tidak seperti sekarang, mungkin dia akan hidup bahagia. Tapi, apa mau dikata. Wajah tidak bisa diganti, operasi plastik tidak mungkin Santi lakukan karena kantongnya hanya berisi angin saja alias boke’. Santi kembali lagi ke ruang makan dan duduk kembali di bangkunya.“ayo nak Santi..makan lagi..”.“aduh..saya udah kenyang Pak..”, kata Santi sambil meminum sisa air minumnya.“bener nak Santi udah kenyang? gak mau nambah?”.“makasih..Pak..saya udah kenyang banget..”, Santi merasa matanya berat sekali dan mati-matian melawan rasa kantuk yang tiba-tiba menyerangnya.“padahal gue baru tidur..kenapa gue udah ngantuk lagi?”, tanya Santi dalam hati. Santi mengucek-ngucek matanya.“kenapa? nak Santi ngantuk?”.“iya nih Pak..padahal saya baru istirahat..”.“ya sudah..Ren !!”, Pak Ivan memanggil Rendy. Dalam waktu sebentar, Rendy sudah datang.“ada apa Pak?”.“tolong antarkan Santi ke kamarnya..”.“baik, Pak..”.“mari..nona Santi..saya tunjukkan kamarnya..”.“terima kasih Mas Rendy..Pak Ivan..maaf..saya tidur duluan..”.“oh..ya..gak apa-apa..nak Santi emang harus istirahat..”.“saya permisi dulu ya Pak Ivan..makasih banget..udah bolehin saya makan..”.“udah..nak Santi istirahat sana..”.

Santi berjalan di belakang Rendy menuju ke kamarnya.“disini..kamarnya nona..”, Rendy membuka pintu sebuah kamar yang dalamnya lumayan mewah.“terima kasih..Mas Rendy..”. Santi masuk ke dalam kamarnya sementara Rendy pergi meninggalkan Santi.“akhirnya..”, baru saja Santi mengambrukkan tubuhnya ke kasur, dia langsung tertidur. Ternyata, ada yang memasukkan obat tidur ke dalam minuman Santi. Obat tidur itu bereaksi dengan cepat, namun hanya sebentar membuat orang tertidur mungkin hanya 1-2 jam saja. Santi terbangun dan menyadari kalau dia sama sekali tidak bisa menggerakkan kaki & tangannya. Tangan Santi terikat ke tiang ranjang dan kaki Santi terikat ke tiang ranjang yang lain sehingga kini, Santi dalam posisi X.

“tolong..!!”, teriak Santi kencang. Seseorang langsung masuk ke dalam kamar Santi.“tolong saya..Pak Ivan”, pinta Santi dengan cemas. Pak Ivan mendekat ke arah Santi yang telanjang dan terikat ke ranjang.“tolo..”, Santi berhenti meminta tolong ke Pak Ivan karena dia melihat Pak Ivan tersenyum licik dan tatapan matanya bagai srigala lapar.“tol..mmffhh..”, mulut Santi langsung dibukam oleh Pak Ivan.“gak nyangka..malem-malem..dapet rejeki nomplok..”. Pak Ivan naik ke atas ranjang dan duduk di depan selangkangan Santi yang terbuka lebar. Pak Ivan menindih tubuh Santi lalu Pak Ivan melepaskan bungkaman di mulut Santi. Kemuan Pak Ivan langsung membungkam mulut Santi lagi, tapi kali ini dengan mulutnya. Pak Ivan mengulum bibir atas dan bibir bawah Santi. Lalu Pak Ivan melumat bibir Santi habis-habisan sambil terus memainkan lidahnya di dalam rongga mulut Santi.

Santi sadar dia tidak bisa melawan seperti kejadian-kejadian sebelumnya sehingga Santi sudah pasrah apa yang akan terjadi nantinya.Pak Ivan benar-benar mencumbu Santi sepuas-puasnya karena Pak Ivan terus melumat bibir Santi dengan sangat bernafsu. Setelah puas menikmati bibir Santi, Pak Ivan bangkit dari atas tubuh Santi.“badan kamu bagus banget..”.“tolonngg !!”.“percuma kamu minta tolong..mending kamu pasrah aja..”. Pak Ivan mencengkram kedua buah payudara Santi yang bentuknya sangat indah itu. Pak Ivan meremas-remas kedua buah payudara Santi sambil sesekali mencubit payudara Santi.

Lalu Pak Ivan mendekatkan wajahnya ke payudara Santi, dia mulai menciumi, menggigiti, mencupangi, dan menjilati kedua buah payudara Santi beserta putingnya.“oouuummhh..”, sebuah desahan keluar dari mulut Santi. Wajah Santi merah seperti kepiting rebus karena dia tidak bisa menahan malu, tadi dia menolak mati-matian, tapi kini dia malah mengeluarkan desahan karena Santi tidak bisa mengingkari betapa nikmatnya lidah Pak Ivan yang menari-nari di payudaranya.Pak Ivan menurunkan ciumannya ke perut Santi. Pak Ivan mencucuk-cucukkan lidahnya ke pusar Santi. Lalu Pak Ivan menciumi perut Santi terus ke bawah hingga akhirnya sampai juga di lembah kenikmatan milik Santi.“wangi..wangi sekali..”, komentar Pak Ivan setelah dia menghirup aroma wangi yang semerbak di daerah selangkangan Santi. Pak Ivan turun dari ranjang, dia membuka ikatan kaki kiri Santi lalu Pak Ivan mengikat kaki kiri Santi lebih tinggi lagi kemudian Pak Ivan juga melakukan hal yang sama ke kaki kanan Santi sehingga sekarang kaki Santi menjulang ke atas bagai huruf V.“nah..kalo gini kan lebih gampang..”.

Pak Ivan naik lagi ke atas ranjang dan posisi kepalanya sudah berada di antara paha putih nan mulus Santi. Pak Ivan memulai dengan mengecup klitoris Santi berulang kali sehingga sebagai respon, tubuh Santi menggelinjang.“sekarang enak kan? makanya..kamu gak usah ngelawan lagi..”, ejek Pak Ivan.Santi merasa seperti wanita murahan karena dia begitu menikmati lidah Pak Ivan yang sekarang sudah menjelajahi sekitar vaginanya.“mmmhhh..”, desah Santi pelan. Pak Ivan melebarkan kedua bibir vagina Santi sehingga Pak Ivan bisa melihat bagian dalam dari vagina Santi yang masih terlihat merah menggoda.“jangan-jangan kamu masih perawan ya? beruntungnya malem ini..”.

Lidah Pak Ivan sudah mengaduk-aduk liang vagina Santi.“ooohhhh..!!”, erang Santi mendapatkan orgasmenya. Pak Ivan tidak percaya dengan rasa cairan vagina Santi. Manis, gurih, dan sedikit rasa asin tercampur dengan komposisi yang sangat pas sehingga Pak Ivan mengais-ngais sisa cairan vagina Santi hingga tak ada sisa setetes pun. Tonjolan di celana Pak Ivan sudah sangat besar yang menandakan kalau Pak Ivan sudah horny berat. Pak Ivan langsung melucuti pakaian dan celananya sendiri sampai perutnya yang buncit bisa dilihat oleh Santi. Santi sangat kaget melihat apa yang mengacung tegak di bawah perut Pak Ivan.Penis pertama yang Santi lihat adalah penis ayah angkatnya, dan penis Pak Ivan lebih besar.“jangan..”, lirih Santi pelan. Pak Ivan tidak mengindahkan Santi, Pak Ivan malah sudah bersiap-siap mencoblos vagina Santi. Kepala penis Pak Ivan sudah berada di depan lubang vagina Santi.“tidaakk..!!”, teriak Santi dengan suaranya yang lemah lembut. Air mata Santi mengalir dari kedua matanya karena Santi tau kalau keperawanannya sudah tak terselamatkan lagi karena dia tidak bisa melakukan perlawanan. Pak Ivan mendorong penisnya ke dalam vagina Santi. Perlahan tapi pasti, penis Pak Ivan menyusup masuk ke dalam vagina Santi.“uugghh..sempithh..”, celoteh Pak Ivan sambil menekan penisnya ke dalam vagina Santi yang sangat kuat menjepit penis Pak Ivan karena vagina Santi masih sempit dan rapet..Santi merasakan ada yang robek di dalam vaginanya.“nngghh..,”, Santi terus menangis sambil meringis kesakitan yang luar biasa karena Santi merasakan vaginanya seperti terbakar dan melebar hingga semaksimal mungkin. Penis Pak Ivan sudah sepenuhnya berada di dalam vagina Santi, Pak Ivan merasakan liang vagina Santi memijit & menjepit penisnya dengan sangat kuat.“oohh..enak banget..”, desah Pak Ivan.

Lalu Pak Ivan melihat ke arah penisnya, ada sedikit darah yang menyelip keluar dari vagina Santi.“ternyata..kamu bener-bener masih perawan ya..gak nyangka..saya beruntung banget malam ini..”. Santi hanya menangis saja.“kalo gitu..maennya pelan-pelan aja ya..”. Pak Ivan mulai memaju-mundurkan pinggulnya dengan sangat pelan.“heenngghh..”, Santi masih merasakan pedih sekaligus sedih. Sekarang penis Pak Ivan keluar masuk vagina Santi lebih cepat dari sebelumnya dan terus bertambah cepat hingga mungkin 8 kali/detik. Sambil mengaduk-aduk vagina Santi yang luar biasa sempit itu, Pak Ivan membelai kedua buah payudara Santi dengan lidahnya.“uummmhhh..”, Santi mendesah karena rasa pedih yang dia rasakan sudah hilang sehingga hanya tinggal rasa nikmat saja yang Santi rasakan. Air mata Santi pun sudah tidak keluar lagi karena mata Santi sudah kering.“nah..mulai enak ya?”, ejek Pak Ivan melihat Santi yang mulai keenakan. Rasa malu dan hina menyerang Santi sehingga Santi menolehkan kepalanya ke kiri dan menutup matanya, tapi Santi tidak bisa berhenti mendesah karena itu adalah lolongan jiwanya.

Pak Ivan menciumi leher Santi membuat Santi merinding karena geli.“aaahhh..”, aliran listrik menjalar di sekujur tubuh Santi yang menandakan kalau dia sudah mencapai orgasme pertamanya.“ccppllkk..ccppllkk..”, suara penis Pak Ivan yang keluar masuk vagina Santi yang kini sudah becek gara-gara cairan vagina Santi sendiri. Jepitan vagina Santi dan rasa hangat dari cairan vagina Santi membuat Pak Ivan betah membiarkan penisnya berlama-lama di dalam vagina Santi sehingga Pak Ivan menggenjot vagina Santi dengan tempo yang lambat.“ooohh..yeesshh..”, erang Pak Ivan karena dia sedang menembaki rahim Santi dengan spermanya. Pak Ivan benar-benar puas menikmati permainannya dengan Santi yang baru saja selesai. Meskipun berkeringat, tapi tubuh Santi tetap mengeluarkan aroma wangi yang enak untuk dihirup.“ploop..”, Pak Ivan mencabut penisnya dari vagina Santi.

Cairan merah muda langsung meleleh keluar dari vagina Santi. Cairan merah muda itu dihasilkan dari campuran darah keperawanan Santi, cairan vagina Santi, dan sperma Pak Ivan yang tercampur dengan rata di dalam vagina Santi.“wah..udah jam 2 malem..besok harus bangun pagi..kita lanjutin besok ya..hehe”, kata Pak Ivan sambil mencubit pipi Santi yang halus itu. Lalu Pak Ivan meninggalkan Santi yang masih terikat ke ranjang. Santi menangis lagi karena keperawanannya baru saja direnggut oleh Pak Ivan, orang yang baru saja dia kenal, mending kalau ganteng, wajah Pak Ivan sama sekali tidak ada sisi bagusnya.Pak Ivan kembali lagi ke kamar Santi.“saya lupa..”.

Pak Ivan memegang dildo yang besar di tangan kanannya dan memegang lakban serta gunting di tangan kirinya. Pak Ivan mendekat ke Santi, lalu Pak Ivan menancapkan dildo ke vagina Santi.“nnghh..”, Santi menahan pedih karena dildo itu lumayan besar. Batang dildo itu sudah tertanam di dalam vagina Santi, lalu Pak Ivan menekan tombol on yang ada di pangkal dildo.“mmmhhh..”, Santi mendesah ketika dildo itu mulai bergerak-gerak dan berputar-putar di dalam vaginanya. Pak Ivan menutupi pegangan dildo itu dengan lakban secara horizontal & vertical sehingga membentuk tanda ‘+’.“selamat tidur ya..bidadari cantik..hehe..”, Pak Ivan meninggalkan Santi yang terikat ke ranjang dengan dildo yang mengobok-obok vagina Santi. Orgasme demi orgasme Santi dapatkan dari dildo yang terus mengobok-obok vaginanya semalaman sampai-sampai tenaga Santi habis sehingga Santi pun pingsan.

Tubuh Montok Seorang Bidan Seksi

Tubuh Montok Seorang Bidan Seksi

Tubuh Montok Seorang Bidan Seksi. Namanya widiastuti, saya memanggilnya bu widi ataupun bu bidan sebab ia merupakan bidan desa tempatku saat ini tinggal, usia 35 th serta telah 8 th menikah tetapi belum dikaruniani anak. awal mulanya tahu dengannya kurang lebih 4 th yang kemudian yang tadinya lebih dahulu tahu dengan suaminya yang bernama yanto yang sama sama menjabat pemasok onderdil mobil.

pendek cerita pada tahun awal pernikahanku, istriku melahirkan seseorang balita laki laki serta persalinannya dibantu bu bidan widi. seluruh berjalan biasa saja hingga kala itu jam 11 malem 2 jam sehabis proses persalinan wajar istriku saya disuruh mengambil obat obatan buat anak serta istriku dirumah bu widi. tanpa banyak pikir akupun bergegas kerumah bu widi yang berjarak 50m. lampu ruang tamu n tempat prakteknya masih menyala, agak ragu ragu sebab khawatir mengusik, lalu….

Ting toooongggg

Pintu tempat praktek bu widi tidak lama terbuka

“ eh mas fahmi, masuk mas” sambut bu widi

“ iya bu” balesku

“ duduk dahulu mas, tidak ngracik obat dahulu” sambung bu widi

“ ya bu” saya hanya ber- iya iya aja

“ lezat ya mas udah memiliki istri menawan saat ini telah terdapat dede pula, laki- laki lagi” bu widi mulai buka percakapan sembari ngracik obat

“ alhamdulillah bu, dikasih amanah sama si kholiq” jawabku

“ saya pula pengin banget sebenernya” katanya

“ ya tinggal bilang aja sama mas yanto donk bu” lanjutku

“ emang mas yanto kemana bu koq gak keliatan” saya coba ubah topik obrolan

“ tadi sih telpon katanya mo ngecek benda yang baru tiba, jadi pulangnya telat” jawab bu widi

“ lo bukannya mas pula ngeceknya sama kaya mas yanto?” sambungnya

“ iya sih kemarin udah setuju mo bareng ke tokonya tetapi saya tadi pagi dah nyuruh toni buat ngecek coz saya bakal ndampingi istri mo melahirkan” jawabku

“ duh bertanggung jawab banget kayaknya mas fahmi ini” lanjutnya sembari tersenyum kepadaku

“ hehe…gitu deh bu”

Tidak lama obat juga berakhir diracik

“ ini mas obatnya, ketentuan pakainya terdapat di bungkusnya ya mas” kata bu widi

“ iya bu makasih, permisi sekaligus bu” kataku

“ iya mas………mas yanto kayaknya gak dapat ngasih anak deh” deg jatungku serasa berhenti

Mengapa bu widi bilang begitu ya? pikirku

“ ah jangan bilang gitu bu, belum diamanahi bisa jadi”

“ emang iya koq mas, ya nasibku bisa jadi, andai saja mas yanto kaya mas fahmi tentu lezat deh” senyumnya genit

“ ya usaha n tawakal aja bu…. eh lezat apa artinya neh bu” tanyaku

“ ya enak…enak jadi istrinya tentu dikelonin terus”

“ sama istri sendiri ini kan gak apa apa toh bu”

“ iya sih tetapi saya jadi ngiri deh” sahut bu widi

Sejenak saya mikir nakal

“ ngiri memohon dikelonin pula?” candaku separuh mancing

“ boleh kalo mas fahmi terdapat waktu” jawabnya seraya tersenyum

“ ah udah ah malah ngelantur, saya permisi bu udah malem”

“ ok mas, ati ati” jawabnya

akupun lekas beranjak khawatir terdapat setan lewat…. hehe

Sehabis peristiwa itu entah mengapa bu widi senantiasa tiba kerumah dengan bermacam macem alesan kedokteran serta apalagi kerap ngasih suatu ke anakku yang masih balita serta sepanjang itu perilakunya ke saya terbilang biasa aja hingga waktu itu hari senin jam 09. 00 pagi hari, saya yang kebetulan malamnya habis cek dropan benda terencana gak ke toko sebab kebetulan babysitterku lagi terdapat hajatan dirumahnya serta anakku telah berumur 4bulan, jadi telah agak gampang dimomong

“ lagi apa mas” sms masuk dihapeku

“ ini siapa ya?” balesku

“ widi mas…gimana berita?”

“ eh bu widi…baik bu, ini lagi momong anak” balesku

“ loh ibunya kemana?” balesnya

“ kerja bu, udah aktif lagi. eh tau nomorku dari mana?”

“ dari hape mas yanto”

Saya tidak membales sms terakhirnya sebab wajib nimang anak di ayunan coz udah terlelap.

Telah 4bulan lamanya semenjak percakapan dimalam itu

“ aku ingin ngecek kesehatan nabil mas, boleh?” smsnya lagi

“ boleh, bukannya kemarin udah ya bu?”

“ terdapat yang kelupaan mas”

kemudian

tok tok took

Assalamu’ alaikum…..

Wa’ alaikum salam…..

Saya bergegas ke arah pintu serta membukanya

“ eh bu widi, ayo masuk” kataku

Tidak lama anakku juga di perikasanya

“ susunya pake ASI apa resep mas?” tanyanya

“ saat ini resep bu,

ASI hanya bertahan 2 bulan habis itu gak ingin lagi” jawabku

“ gak ingin apa gak boleh sama ayahnya?” candanya

“ hehe dapat aja bu widi ini emang anakknya gak ingin bu bisa jadi ASInya gak mudah”

“ owh…gitu ya”

“ gimana yang katanya ingin ngelonin saya” ucap bu widi datang tiba

“ eh eeeeehh…mmmmmm waktu itu hanya becanda bu, dari pada bimbang ingin ngobrol apa” sahutku sembari cengar cengir

“ loh sementara itu saya ngarepnya beneran loh” kali ini tatapannya serius

Saya juga terdiam bimbang ingin mgomong apa

“ tetapi mana bisa jadi pula mas fahmi ini ingin sama saya yang udah tua”

“ kalo dikasih sih ya ingin ingin aja toh bu” saya menimpalinya serta pikirku selisih umurku cuma 6tahun dibawahnya.

Bu widi menoleh ke saya yang lagi duduk di kursi kasur diruang keluarga, setelah itu meletakkan anakku yang tadi digendongnya di ayunan, ia menghampiriku kemudian mendekatkan mukanya ke wajahku, ia melumat bibirku serta memainkan lidahnya dirongga mulutku, Saya tersentak kaget serta tidak berapa lama akupun balas pagutannya dengan gigitan kecil mesra, bu widi membebaskan ciumannya serta berkata

“ saya pengin ngrasain spermamu mas” Saya lanjutkan mencium bibirnya serta begitu lama kami berciuman, tangankupun mulai aktip bergerilya di dekat dadanya serta memainkan gundukan gunung kembarnya yang masih tertutup blazer n dalemannya…

Wah gede banget, pikirku. kuhentikan ciumanku ku buka blazer n kusingkap tanktopnya, nyatanya gak pake BH, langsung ku remes gunung kembar itu serta kupilin puting susunya sedangkan bibirku serta bibir bu widi masih silih berpagutan

“ aaaaahhhhh…massssssshhh” Bu widi mendesah dikala saya mulai menjilati serta mengenyot susunya yang kiri lagi susu kanannya kuremas serta kupilin puting pinknya. bu widipun tidak tinggal diam, tangannya menggrayangi celana pendekku, mengusap ngusap kontolku yang telah berontak tegang di celana pendekku yang tidak berCD, sembari mendesah coz teteknya ku mainin, bu widi menyusupkan tangannya kedalam celana pendekku yang berkolor mencari pusaka tersembunyi. bu widi mendesak ku supaya berbaring sedangkan mulut serta tanganku masih asyik maenan susu gede bu widi.

Bu widi memutar tubuhnya sampai letaknya diatasku serta susunya dibiarkan menggelantung dikenyot saya. bu widi memlorotin kolorku serta terpampanglah pusakaku, saya cuma mengenakan singlet aja setelahnya. Bu widi mencabut susunya dari seponganku serta merangkak mengarah kontolku, mengelusnya serta mengocoknya sebentar kemudian dikulumnya kontolku sampai membuatku merinding, sedangkan saya juga menyibak roknya serta terkaget bu widi gak pake CD, Langsung saja ku jilat memeknya yang udah basah, ku jilat memeknya serta ku gigit ringan itilnya tetapi jeritannya tidak terdengar keras coz mulutnya dipadati batang kontolku serta kami juga ber69 lumayan lama sampai“ aaaaaaaaahhhhhhhhh sssssshhhhhh.. massssssshhh”

memeknya ditekankan ke wajahku sembari tubuhnya bergetar hebat serta keluarlah cairan khas perempuan orgasme. bu widi bangkit melucuti baju serta roknya yang masih melekat dibadannya lagi saya masih terlentang di kursi dengan kontol yang berdiri tegak, bu widi menaikiku serta posisi kami behadapan, dipegangnya kontolku ditunjukan ke memeknya serta bleeeessssss…ambles seluruh kontolku ke dalam memeknya yang basah, didiamkanya sebentar serta bu widipun mulai menggoyangkan pantatnya maju mundur lama- lama lahan memompa kontolku didalam memeknya serta lama kelamaan goyangan maju mundurnya mulai dipercepat serta terus menjadi kilat serta akupun mengimbanginya turut bergoyang menjajaki irama goyangan pantat bu widi, kedua tangannya mengamit tanganku serta meremaskan di teteknya, bu widipun meringik menengadahkan kepalanya serta mencengkeram kokoh tanganku yang lagi meremas kedua teteknya“ uuuuuuuuhhhhhhgggggg masssshhh………”

bu widi ambruk didadaku, ia tersenyum serta, mencium lembut bibir sedangkan saya menggoyang goyangkan kontolku yang masih terbenam di memeknya yang telah orgasme 2 kali, bu widi bangkit lagi jongkok diatasku dengan memeknya masih tertusuk kontolku yang masih tegar, ia naik turun diatasku sembari merem melek menikmati surga dunia, sedangkan teteknya pula turut naik turun akibat gerak naik turun memompa kontolku, kali ini saya diam saja menikmati panorama alam itu. Sekali kali dimentokin kontolku sampai memegang rahimnya sembari ia goyangin pantatnya ke kanan kekiri serta tidak lama“ ouuuuchhhh masssssshhh…”

Kontolku basah oleh cairan memeknya yang orgasme yang ketiga kalinya. Bu widi ambruk di dadaku lagi dengan kontolku masih menancap tegang di memeknya

“ mas mari digoyang lagi”

Saya tidak menyahutnya coz Saya langsung menaik turunkan pantatku, kontolkupun naik turun di memeknya, datang datang bu widi bangkit serta nungging sembari berpegangan sandaran kursi kasur, Akupun mengerti langsung memusatkan kontolku ke memeknya dari balik, saya genjot kencang tidak pedulikan erangan serta racauan bu widi, ku remas kupukul jam pantatnya

Serta tidak lama…

“ bu.. saya ingin keluaaaaaaarhhhhhhh”

“ didalam ajaaaahhhh…akk…uuuhhh jugaaaaaah ingin keluaaaar ohhhhhh”

Crot crot croooooooooottttt

spermaku muncrat didalam memek bu widi, Kontolku ku perkenankan dimemeknya, ku peluk bu widi dari balik, kucium tengkuknya sembari kuremas gemas kedua teteknya

“ emang gak apa apa bu?”

“ gak apa apa mas, tenang aja, saya numpang ke kamar mandi dahulu ya mas”

Ku cabut kontolku, kupandangi goyangan pantatnya dikala telanjang mengarah kamar mandi buat bersih bersih, tidak lama bu widi kembali dari bersih bersihnya, kupandangi teteknya yang menggelayut besar didadanya serta kubiarkan Bu widi merapihkan penampilannya lagi, sedangkan saya hanya pake tisu basah anakku buat bersihin kontolku serta kupakai lagi kolorku

“ makasih ya mas, saya kembali dahulu ya”

Bilangnya sembari mengecup

Bibirku serta kemudian lalu dari hadapanku.

Nyaris seminggu ga terdapat berita, pada hari minggu istriku ditelpon bu widi katanya hari ini jadwalnya imunisasi sesi 5. istriku tidak semacam biasa, hari itu mengajakku buat mengimunisasi anakku dirumah bu widi serta saya juga menggendong anakku, sehabis diimunisasi cocok ingin kembali istriku kebelet berkemih serta meminta ijin buat berkemih di toilet tempat praktek bu widi. Peluang itu bu widi bilang ke saya kalo ia udah telat mens, saya kaget tetapi bu widi malah tersenyum gembira.

sesampainya dirumah saya berupaya melenyapkan benak bu widi yang telat mens sehabis berhubungan denganku, nyaris tidak dapat melenyapkan benak andai istriku tidak mengajak bersetubuh.

hari itu hari senin jam 4 sore saya kembali ke rumah serta semacam biasa saya melewati jalur pintas beraspal yang melintas melingkari rumah bu widi dari balik hingga kedepan taman rumahnya coz rumah bu widi terletak di pojok jalur komplek tempatku tinggal. ku amati bu widi lagi membuang sampah dibelakang rumah serta melihatku melintas, dipanggilnya aku

“ udah kembali mas??? koq pake motor???” sapanya

“ iya bu, lagi pengin motor aja supaya irit” jawabku sembari tersenyum.

“ mampir mari mas, mas yanto lembur lagi cek dropan benda”

“ ga lezat bu khawatir dilihat orang nanti dapat celaka”

“ masukin aja motornya melalui dapurku mas, ayolah mas, ingin ya????” pintanya sembari tersenyum genit

“ oke deh bu” sahutku lekas memasukkan motorku melalui dapur bu widi yang tembus ke garasi mobilnya. bu widi membuatkan es sirup kesukaanku serta kala menyuguhkan es sirup, teteknya terpampang jelas di wajahku coz ia mengenakan kaos berkerah rendah, langsung ku tarik tangannya sampai bu widi tersungkur ke arahku, kucium bibirnya dengan ganas, kukulum lidahnya serta kumainkan lidahku di rongga mulutnya, bu widi membalas pagutanku. begitu lama kami berciuman, bu widi membebaskan ciumannya“ diminum dahulu mas kan cape n haus”

akupun meminum es sirup serta kulihat bu widi membuka kaosnya serta nampak jelas teteknya yang gede tanpa tersanggah BH, es sirup rasa susu cap nona neh batinku. kuletakkan gelas es sirup yang sudah habis ku minum langsung ku soso tetek gede yang ngganggur dihadapanku, ku kenyot kencang hingga bu widi melenguh, kuremas serta kupilin putingnya yang telah membeku sedangkan itu bu widi pula padat jadwal melepas leggingnya dan…shiiiiiiit, ia gak pake cd…anjriiiiit. ku hentikan kenyotanku, kududukkan bu widi serta reflek kakinya langsung mengkangkang, kujilat memek n itilnya, tersebak bau khas organ memeknya, kumasukkan lidahku ke dalam memeknya sembari tanganku meremas kedua teteknya tanpa siuman bu widi mendesah menikmati lubang memeknya ku jilati, bu widi menekan kepalaku ke memeknya sampai membuatku sulit bernafas tetapi kutahan coz saya terus menjilati memeknya serta kuremas dan kupilin puting teteknya supaya bu widi terus menjadi dekat dengan kenikmatan orgasmenya

“ aaaaaaaaaccchhhhhhhh…”

badannya menggelinjang kokoh kala cairan wanitanya keluar membasahi memeknya, saya lekas bangkit serta melepas celana jeansku beserta cd serta jaket yang kupakai, kubiarkan kaos senantiasa melekat ditubuhku, ku arahkan kontolku ke memek bu widi yang masih terlentang di kursi ruang keluarganya, kali ini dengan hati hati coz bu widi bisa jadi lagi memiliki bakal anak hasil hubunganku dengannya. lama- lama tetapi tentu kontolku masuk keliang memeknya, saya mulai memaju mundurkan pantatku serta lama lama mulai kupercepat serta terdengan bunyi keciprak gerakan kontolku yang menusuk nusuk memek yang telah sangat basah, terlihat bu widi pula turut menggerak gerakan pantatnya mengimbangi gerakanku. ku remas kedua teteknya yang terombang ambing akibat gerakan pompa kontolku dimemeknya, tangan bu widi mencengkeram pantatku seraya membatuku memaju mundurkan kontolku. bu widi mengejang, pahanya mengapit pingganggku kencang, ia melenguh kencang serta kontolkupun terasa tersembur cairan hangat memek bu widi orgasme. bu widi lunglai tetapi saya melanjutkan mengobel memeknya dengan kontolku, kupercepat gerakanku serta tidak lama kontolku hendak menghasilkan lahar panas, ditekannya pantatku dalam dalam serta kurasakan kontolku mentok dirahimnya serta crooot croooot crooottt.. spermaku meluncur deras di dalam memeknya. masih kubiarkan kontolku didalam memek bu widi, kucium bibir bu widi, kubelai mesra rambutnya. disingkapnya kaosku, dicupangnya sisa cupangan istriku di dadaku.

“ buat oleh oleh mas” candanya genit

saya tersenyum sembari mencubit puting teteknya, ku cabut kontolku, datang datang dipegangnya kontolku, dijilatnya serta dikulumnya kontolku sampai bersih, ngilu rasanya

“ supaya gak harus ke kamar mandi mas” timpal bu widi

“ gak jijik sih bu?” tanyaku tersenyum

“ enggaklah mas” jawabnya sembari makein cd ku, saat sebelum kontolku dimasukkan ke cd, diciumnya kontolku

“ makasih ya sayaaang” ucapnya sembari mengusap lembut kontolku kemudian dimasukkannya ke cd. kupake jeans n jaketku lagi bu widi ke kamar mandi kemudian mengambil bh n cd, memanfaatkannya kemudian kaos n legging baru dipakai. saya pamit kembali, mengambil motor serta keluar melalui garasi mobil.

hari hari berikutnya masing- masing suaminya gak terdapat dirumah n masing- masing terdapat peluang senantiasa melaksanakan ikatan sex. perihal ini tanpa dicurigai suaminya sebab bu widi pula senantiasa melayani suaminya walaupun katanya kurang puas, juga istriku sebab saya senantiasa teratur tanpa kurangi rasa dalam ikatan sexku de ngan istri. lagi pembantu bu widi tiba kerumah bu widi cuma buat masak pagi siang malam n bersih bersih dipagi hari, selainnya kembali kerumah yang masih dalam lingkungan

pbn © 2020 Rekomendasi Situs Poker Online